Aug 10

MAKNA FILOSOFIS DARI TIGA OLAHRAGA SUNNAH ALA RASULULLAH SAW

Review Chapter Buku yang berjudul DNA Cantik (The Trully Beauty of Women) karangan Tauhid Nur Azhar

 

Rasulullah SAW bersabda : “Segala sesuatu selain dzikrullah itu permainan dan kesia-siaan, kecuali terhadap empat hal; yaitu seorang suami yang mencandai istrinya, seseorang yang melatih kudanya, seseorang yang berjalan menuju dua sasaran (dalam permainan panah, termasuk juga dalam berlomba), dan seseorang yang berlatih renang.” (HR. An-Nasa’i)

 

Assalamu’alaikum Warohmatuhi Wabarokaatuh

Sobat Muslim, kali ini aku mau sharing tentang makna filosofis dari tiga olahraga sunnah ala Rasulullah SAW, yaitu : olahraga berkuda, memanah dan berenang. Dari buku yang aku baca ternyata ketiga olahraga tersebut beda sama olahraga biasa. Soalnya olahraga-olahraga ini punya maknanya tersendiri yang sangat filosofis. Aku tulis juga ringkasan makna filosofis jika dikaitkan dengan hubungan antar suami-istri. Mau tau ga ? Kita langsung review aja yaa.

 

Pertama, berkuda.

Olahraga berkuda merupakan olahraga yang melibatkan dua spesies yang berbeda (manusia dan kuda) yang secara teknis dapat melatih seseorang untuk mampu melakukan proses komunikasi antar spesies. Jadi, walaupun terkendala simbol komunikasi tapi harus saling memahami (manusia memahami perilaku kuda dan kuda juga memahami cara manusia menungganginya). Olahraga ini memerlukan suatu kemampuan koordinatif luar biasa, terutama untuk mempertahankan keseimbangan.

Makna filosofis yang terkandung :

  • Kemauan untuk mengenal dan memahami serta komunikasi/silaturahmi yang tulus dan bebas dari kepentingan diantara kita (sesama makhluk Allah), jadi kita belajar buat berhubungan dengan orang lain secara tulus. Bukan mengejar keuntungan semata.
  • Pentingnya koordinasi (yang diibaratkan koordinasi antara manusia dan kuda yang bisa menghasilkan sinergitas dalam keserasian, keakuratan gerak, ketepatan momen dan kecepatan yang optimal). Hal mendasar yang menjiwai koordinasi adalah pengertian, analisis, perencanaan, ketenangan dan keistiqomahan atau konsistensi dalam melaksanakan.
  • Belajar buat kita untuk mencintai siapapun. Mencintai tanpa pamrih (bukan mencintai ‘karena’, tapi mencinta ‘walaupun’). Itulah konsep Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam mencintai umat manusia.

Dalam hubungan suami-istri, seorang suami bagi istrinya atau seorang istri bagi suaminya merupakan ‘kuda’ pertama yang harus dikenali, dipahami, saling berbagi ego serta motif manipulatif. Keduanya harus berkoordinasi dengan baik untuk mengoptimalisasikan fungsi-fungsi keluarga.

 

Kedua, memanah.

Olahraga memanah merupakan olahraga yang melatih dan mempertajam akurasi kita. Secara teknis, untuk membidik sasaran dengan tepat diperlukan kejelian dalam menyaring informasi berupa jenis, jarak dan ukuran sasaran. Ditambah lagi tambahan informasi berupa arah angin, sudut sasaran, jenis tali busur, berat anak panah, kondisi bulu di hulu anak panah dan sebagainya.

Makna filosofis yang terkandung :

  • Kemampuan kita untuk mengakses informasi seluas-luasnya serta menapisnya menjadi informasi yang benar-benar dibutuhkan, karena tidak semua informasi berharga.
  • Kemampuan mengintegrasikan wawasan yang telah dimiliki untuk mengevaluasi dan mengestimasi atau memprediksi sasaran, sasaran disini yaitu dapat berupa tujuan hidup.
  • Kemampuan membidik papan target (tujuan hidup)/melaksanakan perencanaan dengan sabar, kreatif dan konsisten.

Dalam hubungan suami-istri, suami atau istri saling menerima curhat, meramu informasi tersebut dengan knowledge based yang sudah dimiliki kemudian diperkaya juga dengan rujukan Al-Qur’an dan As-Sunah, fokus pada masalah dan laksanakan solusi untuk dengan sabar, konsisten. Insya Allah masalah selesai (suami dan istri dapat tersenyum kembali).

 

Ketiga, berenang.

Olahraga berenang adalah suatu jenis olahraga yang sangat unik, karena olahraga ini menempatkan manusia pada suatu medium yang tidak kondusif dengan sifat biologisnya.

Makna filosofis yang terkandung :

  • Mengajarkan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem (keluar dari zona nyaman), sehingga kita bisa lebih tabah dan siap untuk memasuki lingkungan asing yang belum kita kenal.
  • Mengajarkan kita berani melawan rasa takut.
  • Mengajarkan kita untuk bersyukur atas potensi yang dianugerahkan Allah pada kita yang dengan potensi itu (jika dikembangkan/kita bisa berenang) kita bisa menikmati suhu air dingin yang justru terasa menyejukkan.
  • Mengajari kita untuk tahu batas diri (mengetahui kemampuan diri sehingga tidak berlebih), karena sekuat-kuatnya perenang ia harus memperhitungkan cadangan tenaga dan kemampuan adaptifnya (biar ga keram otot, hipotermia dan lain sebagainya).

Dalam hubungan suami-istri kurang lebih maknanya seperti yang sudah disebutkan diatas.

Dijelaskan juga oleh penulisnya bahwa tidak semua dari kita berkesempatan untuk mempelajari renang secara eksplisit. Akan tetapi apabila kita berangkat dari maknanya, kita bisa mempelajarinya secara implisit. Misalkan saat kita sedang tidur terlelap terus masuk waktu shubuh yang bersuhu dingin, kita kan inginnya tetep di kasur (pake selimut) tapi kita harus keluar dari zona nyaman dengan segera bangun dan mengambil air wudhu.

 

Yaaaa Alhamdulillah kurang lebih itulah makna-makna filosofis dari ketiga olahraga sunnah ala Rasulullah yang bisa kita pelajari dan semoga dengan menggali maknanya dapat membantu kita dalam menjaga ruhiyyah kita.

Aamiin Yaa Robbal’alamiin.

Akhirul kalam.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Jul 21

AGAR IMAN SENANTIASA ADA DI HATI

Setiap orang yang beragama Islam tentunya harus memiliki keimanan di hatinya. Iman kepada enam perkara yang sudah termaktub dalam rukun iman. Kita ambil salah satunya (rukun iman yang pertama) yaitu iman kepada Allah SWT.
Iman kepada Allah berarti percaya kepada Allah, mengutamakan Allah di atas segalanya.
 
Ketika ditanya apakah kamu beriman kepada Allah ? Dengan percaya diri lisan kita menjawab : “Ya, tentu. Saya beriman kepada Allah SWT. Saya percaya kepada-Nya.” Apakah hati kita juga berkata demikian ? Apakah hati kita sudah beriman kepada Allah SWT sehingga selalu tergerak untuk mengutamakan Allah diatas segalanya ?
 
Sekarang coba kita lihat saja perbuatan kita, yang merupakan cerminan hati kita. Misalnya, ketika kita sudah mendengar kumandang adzan. Orang yang dihatinya ada iman tentunya sadar bahwa ia harus bersegera sholat. Ia tinggalkan dulu segala aktivitas yang tengah dilakukan lalu bergerak mengambil air wudhu kemudian menunaikan sholat.
 
Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa : “Ahlu surga telah masuk ke surga dan Ahlu neraka telah masuk neraka. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Keluarkan dari neraka siapa yang didalam hatinya ada iman sebesar biji sawi”. … (HR Bukhari)
Berdasarkan hadist diatas dapat disimpulkan bahwa iman itu sangat penting. Hanya iman-lah yang dapat menyelamatkan seseorang di akhirat.
 
Sekarang gimana nih ? Seringnya manusia itu lalai dan berdalih bahwa imannya sedang turun. Ketika iman turun pun apakah kita akan diam saja ? Nunggu sampe iman naik. Kan ngga juga. Ya, memang sih iman itu naik turun.
Allah SWT berfirman :
 وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آَمَنُوا إِيمَانًا
“Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS al-Mudatstsir : 31)
 
Lalu bagaimana agar iman kita bertambah dan senantiasa di hati ?
Ustadz. Kholid Syamsudi dalam artikelnya memberikan tips sebagai berikut :
Pertama, belajar ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah.
Kedua, merenungi ayat-ayat qauniyah (ayat-ayat Allah yang ada di sekitar kita : alam, kejadian, persoalan hidup, dan semua dinamika yang ada dalam kehidupan).
Ketiga, berusaha sungguh-sungguh melaksanakan amalan shalih dengan ikhlas, memperbanyak dan belajar istiqomah dalam menjalankannya.
Sekian dari saya, semoga dengan usaha kita menjalankan tips-tips diatas dapat membuat si ‘iman’ selalu ada di hati.
Aamiin
 
 
 
Note : Tulisan ini dibuat pada tanggal 27 Juni 2017, ketika penulis mengikuti lomba menulis UNINIS (Untaian Inspirasi Islami) dengan tema “Mendayung Iman” yang diadakan oleh UKM Kepenulisan Islami Al-Qolam UPI.
🙂

Jul 16

Pernyataan Ummul Mukminin (Ibunda Khadijah r.a) yang Menggetarkan Jiwa

Demi Allah wahai paman, seandainya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kanan saya dan bulan di tangan kiri saya agar saya meninggalkan dakwah ini, maka sekali-kali saya tidak akan meninggalkannya hingga Allah memenangkannya atau saya yang binasa karenanya.

Jul 07

TENTANG ALLAH

Sedikit Ringkasan Kajian Ba’da Magrib @Al-Furqon tentang Allah :
Setiap orang memiliki tingkat yg berbeda-beda dalam hal keterkenalan dia dengan Allah SWT (Ma’rifatullah).
Pada hakikatnya Allah SWT itu dekat, lebih dekat daripada urat leher manusia.
Hadirkan senantiasa Allah di hati kita karena posisi kita di hadapan Allah itu dapat dilihat dari posisi Allah di hati kita.
Subhanallah walhamdulillah wa laaillaha illallah wallahu akbar.

Note : Punten saya kurang menyimak di awal sehingga tidak tahu siapa pengisi kajiannya waktu itu.

Jun 08

Sebuah Quotes (lagi)

Membaca itu tidak akan menghabiskan waktumu, justru ia akan membuat waktumu lebih berharga.

Jun 07

TIPS AGAR BIJAK DALAM BERMEDSOS

Saat ini kita sebagai anak muda tidak bisa terlepas dari media sosial. Media sosial dan alatnya (si gadget) sudah seperti makanan yang ketika tidak ada itu kita agak sulit menjalani hidup. Ceileeeehh, sampai segitunya ya.
Tapi emang sih. Media sosial atau medsos itu menarik sekali. Sebut saja instagram, line dan facebook. Jarang banget anak muda yang ga punya akunnya.

ilustrasi medsos

***
Medsos bisa membantu kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kita bisa mendapatkan informasi yang dapat bermanfaat bagi kita, kita juga bisa dapat lebih menjalin komunikasi dengan teman kita (baik teman kuliah, teman organisasi, teman kerja dan lain sebagainya).
Banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari medsos. Kita bisa menjadikan medsos sebagai media promosi produk, promosi kegiatan, media aktualisasi diri (melalui tulisan-tulisan kita) dan segudang manfaat lainnya.
Disisi lain bermedsos juga ada mudharat (kerugian)-nya lho. Sebagian dari kita banyak yang menghabiskan waktunya hanya untuk membaca postingan orang. Syukur-syukur kalo postingannya itu positif dan mendatangkan manfaat bagi kita, nah kalo negatif ? bisa jadi dosa juga kan ?
Hal-hal sebagaimana yang saya sampaikan diatas mendorong saya untuk menulis ini. Saya akan berbagi beberapa tips yang dapat dilakukan agar kita lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Disini saya bagi menjadi dua. Mau tau tipsnya ? oke langsung aja deh.

Pertama, untuk medsos yang kita tergabung menjadi anggota grup.
Pasti kalian punya banyak grup kan ? khususnya grup di WA sama Line. Kalo diitung mungkin bisa nyampe seratus. Iya ga ? nah ini agak mengganggu juga sebenarnya. Tapi da gimana. Ga enak kalo left group. Oke deh. Menurut aku gapapa banget kita tergabung dalam banyak grup. Asal bisa me-manage-nya dengan baik. Diantaranya ialah kita bisa non aktifkan pemberitahuan (notification) dan kalo chatnya udah banyak banget kita bisa baca pake teknik scanning (wiih, udah kaya mesin buat ngoreksi jawaban UN aja).
Masih tentang grup di medsos. Sahabat, ketika kita bermedsos itu kan sebenarnya kita lagi bermu’amalah (menjalin hubungan antar sesama manusia) juga ya berarti kita harus memperhatikan norma-norma yang ada. Jadi kita wajib banget buat sopan. Soalnya terkadang kita apalagi kalo lagi bercanda itu suka kelewatan. Jadi intinya kita harus kendalikan diri. Kita biasakan untuk mengucapkan terimakasih untuk orang yang setidaknya berjasa buat kita dan segera meminta maaf ketika dirasa ada omongan kita yang agak menyakitkan.
Selanjutnya (ini saya juga masih berusaha), kita kurangi akivitas read only. Read only sebenarnya gapapa kalo itu yang ga penting. Tapi kalo sekiranya penting, kita usahakan tanggapi yaaa. Hehe. Agar tidak ada prasangka diantara kita dan teman se-grup kita.
Lalu, kita bisa kita atur grup itu berdasarkan prioritasnya. Jadi untuk yang kita prioritaskan itu kita ya coba fokus, beri perhatian lebih contohnya kalo ada yang nanya kita jawab (ini bisa jadi ladang pahala juga lho).
Yaa kurang lebih itu.

Kedua, untuk medsos yang jadi media posting.
Pasti kalian juga punya kan ? medsos yang jadi media posting itu banyak juga. Tapi yang saya ulas disini lebih kepada media instagram yang sekarang lagi nge-hits banget.
Kita bisa jadikan instagram sebagai sumber ilmu dengan cara follow akun-akun yang memang berorientasi kesana. Sekarang ini banyak banget akun instagram yang banyak ngeshare ilmu yang insya Allah bermanfaat buat kita. Bagus juga sih. Daripada cuma ngefollow temen dan artis. Hehe

Sementara itu saja ya sahabat. Kita juga harus disiplin ya dalam bermedsos. Soalnya seringkali kita bilang ntar ah 5 menit lagi (udahan bermedsosnya). Eh udah 5 menit teh kita bilang lagi ntar atuh 5 menit lagi terus aja. Sampai berjam-jam dan membuat kita lalai dalam mengerjakan kewajiban kita. Naudzubillahi min dzalik.
Sekian dari saya.
Semoga bermanfaat.

Apr 19

Sebuah Penggalan Tulisan Kang Setia Furqon Kholid

AKU YAKIN

Aku yakin jodohku tak kan tertukar,
Maka kufokuskan energi untuk menaikkan kualitas diri.

Aku yakin rizkiku tak kan diambil orang,
Maka kukerahkan energi untuk bersyukur dan lebih gigih menjemput rizki.

Aku yakin amalku tak kan dikerjakan orang,
Maka kupompa semangat untuk meningkatkan ibadah dan amal shaleh.

Aku yakin pertolongan hanya dari Allah,
Maka kuhentikan keinginan untuk berharap pada selain-Nya.

Tulisan di atas dikutip dari buku Kang Setia yang berjudul ‘Jangan Jatuh Cinta, Tapi Bangun Cinta’.

Apr 11

Sebuah Quotes

“karena kau menulis, suaramu akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

-Pramoedya Ananta Toer

Mar 17

WUJUD SYUKUR KITA KEPADA ALLAH

Sumber gambar : http://tabungwakaf.com/belum-bersyukur-jika-masih-seperti-ini/

Selama ini banyak diantara kita yang mengekspresikan syukurnya kepada Allah SWT dengan hanya mengucap kalimah tahmid ‘Alhamdulillah’. Tapi mungkin belum banyak yang tahu bahwa sebenarnya syukur itu dapat diekspresikan dengan berbagai cara, misalnya dengan kita tidak bermalas-malasan. Itu salah satu bentuk syukur kita. 

Teringat pesan dari Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum di SMA Negeri 1 Parogpong (tempat saya mengikuti Program Pengalaman Lapangan/PPL), Pak Arief Budhiana Rachman yang juga Koordinator Guru Pamong saat jadi pembina di kegiatan upacara bendera, beliau berkata yang kurang lebih sama dengan pernyataan saya di atas.

Ketika belajar mata kuliah Pendidikan Agama Islam saat tingkat satu dulu ada materi yang isinya menyatakan bahwa kita sebagai manusia diberikan tiga potensi oleh Allah SWT. Potensi tersebut berupa potensi jasmani (jasadiyyah), rohani (ruhiyyah) dan akal (fikriyyah). Menurut saya dan juga dikuatkan oleh beberapa orang, ketika kita mengoptimalkan ketiga potensi yang diberikan oleh Allah SWT tersebut juga itu merupakan wujud syukur kita kepada-Nya.

Wallahu’alam.

Semoga bermanfaat.

Feb 21

KISAH SEEKOR BURUNG BUL-BUL

images

Sumber gambar : http://www.merdeka.com/gaya/kotoran-burung-rahasia-di-balik-kecantikan-geisha.html

Alkisah pada zaman Nabi Ibrahim dahulu kala hiduplah seekor burung bul-bul. Ia menjalani kehidupannya dengan ceria. Hingga pada suatu hari, disaat nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud karena dianggap telah bersikap tidak sopan karena menghancurkan berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud. Burung bul-bul yang melihat nabi Ibrahim sedang dibakar merasa tidak tega. Kemudian ia berusaha untuk menyelamatkan nabi Ibrahim dengan cara terbang menuju sumber air kemudian mengambil air dan membawanya melalui paruh kecilnya. Ia bulak-balik ke sumber air dan ke tempat nabi Ibrahim. Orang-orang yang melihatnya pun mentertawakan burung bul-bul. Salah seorang dari mereka berkata : “Dasar burung kecil, percuma saja engkau capek-capek bulak-balik ngambil ambil, sampai mati-pun engkau tidak akan bisa memadamkan kobaran api yang sebegitu besarnya”. Seketika burung bul-bul berkata : ” tidak masalah bagiku untuk bulak-balik ngambil air, walaupun memang Aku sering kelelahan. Tapi, setidaknya Allah mencatatku sebagai orang yang berusaha untuk menolong nabi Ibrahim”.

 

Cerita dikutip dari perkataan seorang asisten dosen SPAI saat perkuliahan berlangsung.

 

Kisah ini adalah gambaran kita kawan. Jangan takut untuk berbuat baik. Walaupun sering ada saja yang mencemooh, jangan sampai membuat kita berhenti. karena meskipun kebaikannya kecil tapi setidaknya Allah akan mencatat kita sebagai orang yang berusaha untuk menebar kebaikan.

Older posts «