Jun 08

Sebuah Quotes (lagi)

Membaca itu tidak akan menghabiskan waktumu, justru ia akan membuat waktumu lebih berharga.

Jun 07

TIPS AGAR BIJAK DALAM BERMEDSOS

Saat ini kita sebagai anak muda tidak bisa terlepas dari media sosial. Media sosial dan alatnya (si gadget) sudah seperti makanan yang ketika tidak ada itu kita agak sulit menjalani hidup. Ceileeeehh, sampai segitunya ya.
Tapi emang sih. Media sosial atau medsos itu menarik sekali. Sebut saja instagram, line dan facebook. Jarang banget anak muda yang ga punya akunnya.

ilustrasi medsos

***
Medsos bisa membantu kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kita bisa mendapatkan informasi yang dapat bermanfaat bagi kita, kita juga bisa dapat lebih menjalin komunikasi dengan teman kita (baik teman kuliah, teman organisasi, teman kerja dan lain sebagainya).
Banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari medsos. Kita bisa menjadikan medsos sebagai media promosi produk, promosi kegiatan, media aktualisasi diri (melalui tulisan-tulisan kita) dan segudang manfaat lainnya.
Disisi lain bermedsos juga ada mudharat (kerugian)-nya lho. Sebagian dari kita banyak yang menghabiskan waktunya hanya untuk membaca postingan orang. Syukur-syukur kalo postingannya itu positif dan mendatangkan manfaat bagi kita, nah kalo negatif ? bisa jadi dosa juga kan ?
Hal-hal sebagaimana yang saya sampaikan diatas mendorong saya untuk menulis ini. Saya akan berbagi beberapa tips yang dapat dilakukan agar kita lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Disini saya bagi menjadi dua. Mau tau tipsnya ? oke langsung aja deh.

Pertama, untuk medsos yang kita tergabung menjadi anggota grup.
Pasti kalian punya banyak grup kan ? khususnya grup di WA sama Line. Kalo diitung mungkin bisa nyampe seratus. Iya ga ? nah ini agak mengganggu juga sebenarnya. Tapi da gimana. Ga enak kalo left group. Oke deh. Menurut aku gapapa banget kita tergabung dalam banyak grup. Asal bisa me-manage-nya dengan baik. Diantaranya ialah kita bisa non aktifkan pemberitahuan (notification) dan kalo chatnya udah banyak banget kita bisa baca pake teknik scanning (wiih, udah kaya mesin buat ngoreksi jawaban UN aja).
Masih tentang grup di medsos. Sahabat, ketika kita bermedsos itu kan sebenarnya kita lagi bermu’amalah (menjalin hubungan antar sesama manusia) juga ya berarti kita harus memperhatikan norma-norma yang ada. Jadi kita wajib banget buat sopan. Soalnya terkadang kita apalagi kalo lagi bercanda itu suka kelewatan. Jadi intinya kita harus kendalikan diri. Kita biasakan untuk mengucapkan terimakasih untuk orang yang setidaknya berjasa buat kita dan segera meminta maaf ketika dirasa ada omongan kita yang agak menyakitkan.
Selanjutnya (ini saya juga masih berusaha), kita kurangi akivitas read only. Read only sebenarnya gapapa kalo itu yang ga penting. Tapi kalo sekiranya penting, kita usahakan tanggapi yaaa. Hehe. Agar tidak ada prasangka diantara kita dan teman se-grup kita.
Lalu, kita bisa kita atur grup itu berdasarkan prioritasnya. Jadi untuk yang kita prioritaskan itu kita ya coba fokus, beri perhatian lebih contohnya kalo ada yang nanya kita jawab (ini bisa jadi ladang pahala juga lho).
Yaa kurang lebih itu.

Kedua, untuk medsos yang jadi media posting.
Pasti kalian juga punya kan ? medsos yang jadi media posting itu banyak juga. Tapi yang saya ulas disini lebih kepada media instagram yang sekarang lagi nge-hits banget.
Kita bisa jadikan instagram sebagai sumber ilmu dengan cara follow akun-akun yang memang berorientasi kesana. Sekarang ini banyak banget akun instagram yang banyak ngeshare ilmu yang insya Allah bermanfaat buat kita. Bagus juga sih. Daripada cuma ngefollow temen dan artis. Hehe

Sementara itu saja ya sahabat. Kita juga harus disiplin ya dalam bermedsos. Soalnya seringkali kita bilang ntar ah 5 menit lagi (udahan bermedsosnya). Eh udah 5 menit teh kita bilang lagi ntar atuh 5 menit lagi terus aja. Sampai berjam-jam dan membuat kita lalai dalam mengerjakan kewajiban kita. Naudzubillahi min dzalik.
Sekian dari saya.
Semoga bermanfaat.

Apr 19

Sebuah Penggalan Tulisan Kang Setia Furqon Kholid

AKU YAKIN

Aku yakin jodohku tak kan tertukar,
Maka kufokuskan energi untuk menaikkan kualitas diri.

Aku yakin rizkiku tak kan diambil orang,
Maka kukerahkan energi untuk bersyukur dan lebih gigih menjemput rizki.

Aku yakin amalku tak kan dikerjakan orang,
Maka kupompa semangat untuk meningkatkan ibadah dan amal shaleh.

Aku yakin pertolongan hanya dari Allah,
Maka kuhentikan keinginan untuk berharap pada selain-Nya.

Tulisan di atas dikutip dari buku Kang Setia yang berjudul ‘Jangan Jatuh Cinta, Tapi Bangun Cinta’.

Apr 11

Sebuah Quotes

“karena kau menulis, suaramu akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

-Pramoedya Ananta Toer

Mar 17

WUJUD SYUKUR KITA KEPADA ALLAH

Sumber gambar : http://tabungwakaf.com/belum-bersyukur-jika-masih-seperti-ini/

Selama ini banyak diantara kita yang mengekspresikan syukurnya kepada Allah SWT dengan hanya mengucap kalimah tahmid ‘Alhamdulillah’. Tapi mungkin belum banyak yang tahu bahwa sebenarnya syukur itu dapat diekspresikan dengan berbagai cara, misalnya dengan kita tidak bermalas-malasan. Itu salah satu bentuk syukur kita. 

Teringat pesan dari Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum di SMA Negeri 1 Parogpong (tempat saya mengikuti Program Pengalaman Lapangan/PPL), Pak Arief Budhiana Rachman yang juga Koordinator Guru Pamong saat jadi pembina di kegiatan upacara bendera, beliau berkata yang kurang lebih sama dengan pernyataan saya di atas.

Ketika belajar mata kuliah Pendidikan Agama Islam saat tingkat satu dulu ada materi yang isinya menyatakan bahwa kita sebagai manusia diberikan tiga potensi oleh Allah SWT. Potensi tersebut berupa potensi jasmani (jasadiyyah), rohani (ruhiyyah) dan akal (fikriyyah). Menurut saya dan juga dikuatkan oleh beberapa orang, ketika kita mengoptimalkan ketiga potensi yang diberikan oleh Allah SWT tersebut juga itu merupakan wujud syukur kita kepada-Nya.

Wallahu’alam.

Semoga bermanfaat.

Feb 21

KISAH SEEKOR BURUNG BUL-BUL

images

Sumber gambar : http://www.merdeka.com/gaya/kotoran-burung-rahasia-di-balik-kecantikan-geisha.html

Alkisah pada zaman Nabi Ibrahim dahulu kala hiduplah seekor burung bul-bul. Ia menjalani kehidupannya dengan ceria. Hingga pada suatu hari, disaat nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud karena dianggap telah bersikap tidak sopan karena menghancurkan berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud. Burung bul-bul yang melihat nabi Ibrahim sedang dibakar merasa tidak tega. Kemudian ia berusaha untuk menyelamatkan nabi Ibrahim dengan cara terbang menuju sumber air kemudian mengambil air dan membawanya melalui paruh kecilnya. Ia bulak-balik ke sumber air dan ke tempat nabi Ibrahim. Orang-orang yang melihatnya pun mentertawakan burung bul-bul. Salah seorang dari mereka berkata : “Dasar burung kecil, percuma saja engkau capek-capek bulak-balik ngambil ambil, sampai mati-pun engkau tidak akan bisa memadamkan kobaran api yang sebegitu besarnya”. Seketika burung bul-bul berkata : ” tidak masalah bagiku untuk bulak-balik ngambil air, walaupun memang Aku sering kelelahan. Tapi, setidaknya Allah mencatatku sebagai orang yang berusaha untuk menolong nabi Ibrahim”.

 

Cerita dikutip dari perkataan seorang asisten dosen SPAI saat perkuliahan berlangsung.

 

Kisah ini adalah gambaran kita kawan. Jangan takut untuk berbuat baik. Walaupun sering ada saja yang mencemooh, jangan sampai membuat kita berhenti. karena meskipun kebaikannya kecil tapi setidaknya Allah akan mencatat kita sebagai orang yang berusaha untuk menebar kebaikan.

Aug 14

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!